Wednesday, 11 February 2015

U - TURN

SABAR ITU PADA PUKULAN PERTAMA, BUKAN KEDUA ATAU KETIGA~
Berdasarkan hadis Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan (dalam riwayat lain menangisi anaknya yang meninggal) Maka baginda berkata kepada wanita itu : "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah."
Maka wanita itu berkata : "Engkau tidak merasakan apa yang kurasakan, karena engkau tidak mengalami musibah seperti musibahku".
Anas berkata : "Wanita itu tidak mengetahui bahwa yang menegurnya adalah Nabi". Lalu dikatakan kepadanya. "Yang menegurmu adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam".
Maka seperti kematian mengambilnya (wanita itu terkejut), segera dia mendatangi rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia tidak mendapatkan penjaga pintu di sisinya.
Wanita itu berkata : "Wahai Rasulullah tadi aku tidak mengenalimu".
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda : "Sesungguhnya sabar itu adalah pada pukulan pertama. " (Hadis Riwayat Muslim)
Sabar itu bukanlah selepas kita puas mengamuk, mencaci dan mencarut lalu tersedar dan segera mengurut dada lalu berkata : “Aku bersabar.”
Juga bukanlah sabar itu setelah kita puas menangisi kesedihan, meratap sayu dan mendendangkan lagu di hati dengan suara-suara pilu, keluh kesah, kesalan, kesedihan yang menyayat hati serta perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat lalu kemudian setelah puas menangis dan letih dengan apa yang dilakukan maka barulah kita pun berkata : “Sekarang aku akan bersabar.”
Bukan begitu, tetapi sabar itu ialah sewaktu awal-awal terkena pukulan ujian itu dan mampu menerimanya dengan redha.

No comments:

Post a Comment